Pengobatan

Patah Kaki dan Pengobatannya

Patah kaki adalah kondisi di mana salah satu tulang pada kaki seseorang mengalami patah atau retak. Kaki manusia atau secara medis disebutkan sebagai tungkai, terdiri dari tiga jenis tulang panjang (long bones) dan satu tulang tempurung lutut (patella). Ketiga jenis tulang panjang tersebut adalah tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula). Ketika patah, salah satu tulang tersebut akan terpecah menjadi dua bagian atau lebih.

Jika setelah patah, tulang menonjol keluar kulit sehingga dapat terlihat dengan mata, maka digolongkan sebagai fraktur terbuka (open fracture). Sedangkan jika tulang yang patah tidak sampai keluar kulit maka biasa digolongkan sebagai fraktur tertutup (closed fracture).

Patah Kaki dan Pengobatannya
http://obatherbalpatahtulang.web.id

Diagnosis Patah kaki

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi berdasarkan gejala dan tanda klinis yang dialami oleh pasien. Beberapa tindakan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis patah kaki adalah:

  1. Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian kaki yang terasa sensitif, bengkak, berubah bentuk, atau mengalami luka terbuka.
  2. Uji pencitraan. Dokter akan memeriksa kaki pasien dengan bantuan sinar-X, sehingga bisa mengidentifikasi lokasi tulang yang patah dan mengetahui efek cedera pada persendian di sekitarnya. Pemeriksaan dengan CT scan atau MRI akan menghasilkan diagnosis yang lebih detail.

Pengobatan Patah Kaki

Tindakan untuk menangani tungkai kaki yang patah begitu beragam, tergantung dari jenis patah kaki yang menimpa serta lokasinya. Penanganan untuk tulang kaki yang patah akibat tekanan biasanya hanya perlu diistirahatkan dan membatasi gerakan hingga pulih dengan sendirinya.
Beberapa tindakan untuk menangani patah kaki adalah:

  1. Pengaturan patahan dan pembatasan gerakan. Dokter akan mengunci bagian kaki yang patah agar tidak banyak bergerak dengan bidai (gips), sehingga proses penyembuhan bisa berjalan tanpa gangguan. Jika penderita mengalami fraktur tergeser, dokter mungkin akan memosisi ulang tulang yang patah pada posisi semula sebelum menguncinya dengan bidai.
  2. Pengobatan. Dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.
  3. Terapi. Setelah bidai atau gips dilepaskan, penderita membutuhkan terapi fisik untuk mengurangi kekakuan dan memulihkan pergerakan kaki yang cedera.
  4. Pembedahan. Tindakan ini dibutuhkan jika dokter merasa perlu menanamkan alat penahan tulang-tulang yang patah saat penyembuhan seperti pelat, batangan, atau baut.

Selain penanganan medis, ada beberapa langkah penanganan sendiri yang bisa dilakukan saat mengalami patah kaki yaitu membatasi pergerakan kaki yang patah hingga mendapatkan pertolongan, menjaga agar cedera tidak semakin parah, memosisikan kaki lebih tinggi dari tubuh dengan mengganjalnya memakai bantal, dan segera kompres bagian kaki yang membengkak dengan es batu untuk mengurangi pembengkakan. Karena seringkali membutuhkan tindakan pembedahan, maka penderita patah kaki jangan makan atau minum apa pun hingga bertemu dokter.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close